Kecantikan Liar Wilayah Jeongseon

Kecantikan Liar Wilayah Jeongseon

Sebuah sungai kuno membelah lembah yang dalam diantara tebing lapuk yang berliku. Kereta api berjalan di sepanjang ngarai sempit diantara bukit yang menjulang tinggi. Desa-desa di pegunungan yang tenang dan ramah menjadi daya tarik. Wilayah Jeongseon dibangun di sekitar desa kecil dengan nama yang sama yang merupakan segala sesuatu yang diharapkan di dataran tinggi Korea sebelah timur. Sementara itu, tempat ini diakui tidak mudah diakses dari Seoul. Mereka yang mau berusaha ke tempat ini untuk berakhir pekan akan terpuaskan dengan budaya lokal yang menarik dan beberapa sensasi yang membuat adrenalin terpacu.

 

Sebuah desa pertambangan tua dari masa lalu

Sebagian besar perekonomian Jeongseon dari abad 20 sebagian besar berasal dari tambang batubara yang berada dibawah puncak yang menjulang tinggi. Batubara sangat penting dalam pembangunan nasional Korea. Faktanya pemerintah membangun jalur kereta api melalui pengunungan dengan kesulitan yang besar dan biaya yang besar untuk menghubungkan tambang dengan Seoul lalu memasarkannya lebih jauh. Namun, pada tahun 1990 permintaan akan batubara mati dan pemerintah pun menutup banyak tambang nasional.

Dengan matinya semua tambang batubara, Jeongseon berubah menjadi kota pariwisata untuk memenuhi kebutuhannya. Pihak yang mengurus pariwisata memfokuskan keindahan wisata alam wilayah ini, tetapi juga tetap memberikan wisata warisan sejarah dengan baik. Tambang Samcheok tua merupakan emas hitam yang disebut dengan Keajaiban Sungai Han yang ditutup pada tahun 2001, dan tempat ini telah beralih menjadi Tambang Seni Samtan salah satu terbaik di Korea yang berada di ketinggian 832 meter di atas permukaan laut dan menjadi ruang seni dan budaya paling jauh. di Tambang Seni Samtan terdapat terowongan tambang, aula utama, halaman marshaling dan berbagai fasilitas lainnya yang telah direnovasi yang digunakan sebagai ruang pameran, tempat pertunjukkan bahkan restoran / bar anggur.

Salah satu tempat paling populer di Jeongseon adalah Jeongseon Auraji Rail Bike dengan panjang lintasan 7.2km yang memiliki pemandangan yang indah di sepanjang perjalanannya yang melalui lembah sempit dan menghubungkan desa Gujeol-ri dengan Stasiun Auraji. Belum lama ini, jalur kereta ini digunakan sebagai pengangkut batubara, tetapi karena adanya penurunan industri batubara akhirnya jalur ditutup pada tahun 2001. Melihat tak berfungsinya jalur tersebut, KORAIL memanfaatkannya sebagai salah satu daya tarik pariwisata dengan membukanya sebagai jalur rel sepeda yang memungkinkan para penumpang untuk bersepeda di sepanjang rel dengan latar belakang sungai, gunung dan terowongan. Di tempat pemberhentian terakhir, Stasiun Auraji, kita dapat menggunakan kereta pemandangan spesial A-Train untuk kembali ke Seoul.

 


 

 

 

Share This Article

Related Post