Peninggalan Gwanbuk-ri dan Benteng Busosanseong Buyeo, Benteng Terakhir Baekje

Peninggalan Gwanbuk-ri dan Benteng Busosanseong Buyeo, Benteng Terakhir Baekje

Benteng Busosanseong (lebih dikenal dengan Sabiseong) merupakan ibu kota terakhir dari kerajaan Baekje sebelum jatuh ke pasukan Silla dan Tang Cina pada tahun 660. Situs ini diasumsikan sebagai istana kerajaan dari periode Sabi (538-660 sesudah masehi). Yang paling populer dari Benteng Busosanseong adalah Pavilion Baekhwajeong yang berada di atas tebing Nakhwaam Rock. Untuk sampai ke Pavilion Baekhwajeong kita harus menyusuri jalur dihutan yang memiliki panjang sekitar 1.3 km, dan disepanjang perjalanan kita akan diseuguhi dengan pemandangan yang indah. Terutama pada saat musim semi dan musim gugur, jalur ini akan dipenuhi dengan warna-warna yang indah. Dari Pavilion Baekhwajeong, para pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Sungai Geumgang dan alam sekitarnya. 200 meter berjalan dari Pavilion Baekhwajeong terdapat sebuah kuil kecil bernama Kuil Goransa.

Kuil Goransa terkenal dengan mata airnya. Dikatakan siapapun yang meminum secangkir mata air dari Kuil Goransa akan membuat 3 tahun lebih muda. Di pintu masuk kuil terdapat pelabuhan ferry yang digunakan untuk perahu layar Hwangpo yang berlayar di sepanjang aliran sungai Geumgang. Ini merupakan wisata yang sangat populer, karena perahu layar Hwangpo ini menawarkan pemandangan paling langsung Nakhwaam Rock dan Benteng Busosanseong dari Ferry Gudeurae. Perahu ini hanya akan berlayar jika jumlah penumpang ada 20 orang.

 

 Alamat: San 1, Gwanbuk-ri, Buyeo-eup, Buyeo-gun, Chungcheongnam-do

 Jam Operasi: Periode Musim Panas 09:00-18:00 / Periode Musim Dingin 09:00-17:00

 Tiket terakhir: 30 menit sebelum jam operasi tutup.

 Biaya: Dewasa 2,000 won

 Petunjuk arah: 13 menit berjalan dari Terminal Bus Antar Kota Buyeo.

 

Share This Article

Related Post