Tempat Lahirnya Arirang

Tempat Lahirnya Arirang

 

Danau Auraji sebenarnya sama sekali bukan danau, tetapi aliran sungai tenang yang mempertemukan dua arus di gunung. Sekarang ini, tempat terbaik populer untuk melakukan relaksasi bebatuan sungai, batu-batuan yang dijadikan jembatan alami, paviliun dengan pemandangan indah, dan  bersantai di atas perahu mengikuti arus.

Di masa lalu, tempat ini adalah tempat persinggahan bagi orang-orang yang berperahu mengantar kayu-kayu berharga dari Gangwon-do menuju Hanyang (Seoul saat ini). Kayu-kayu tersebut digunakan untuk membangun istana kerajaan dan berbagai bangunan di ibu kota. Mengantar kayu adalah pekerjaan berbahaya di seluruh dunia--seperti cerita "The River in the Pines" karya Joan Baez--begitu pula di Korea.

Hal yang berbahaya ini dikombinasikan dengan tragedi yang sering terjadi, justru melahirkan sebuah musik tradisional Korea, Jeongseon Arirang. Lagu dengan tempo lambat dan bermakna ratapan ini menjadi lagu rakyat Korea yang dicintai juga menjadi Aset Budaya Takbenda No. 1 oleh pemerintah daerah Gangwon-do. Lagu ini bercerita mengenai seorang wanita yang suaminya, pengendara rakit, pergi mengarungi sungai dan tak pernah kembali. Wanita itu masih menanti di tempat itu, patung tembaganya memandang sungai dan pegunungan yang ada di seberang.

Selama 6 abad, para pendayung rakit bernyanyi Jeongseon Arirang saat mereka mengarungi sungai berbahaya menuju Hanyang. Sementara, Arirang versi Seoul yang paling terkenal, padahal versi Jeongson yang lebih dua adalah lagu yang original. Jeongseon Arirang Festival (9-12 Oktober) merayakan kebudayaan ini dengan kontes dan pertunjukan musikal, pertunjukan perahu dan acara lainnya.

 

Info lebih lanjut?

  • Kota kecil Jeongseon-eup memiliki sejumlah motel kecil dan banyak rumah penginapan. Tempat yang top untuk beristirahat adalah High 1 Resort (www.high1.com), sebuah kompek resort ski di pegunungan sebelah timur kota. Tempat ini juga dikenal sebagai satu-satunya kasino di Korea yang resmi diperbolehkan untuk dimasuki, tapi terdapat pula beberapa pilihan akomodasi lainnya.
  • Seperti tempat peristirahatan lainnya di Gangwon-do, Jeongseon memproduksi keranjang jerami berkualitas, atau makguksu, yang menjadi favorit penduduk lokal. Hal spesial lainnya dari Jeongseon adalah nasi yang dicampur dengan bahan-bahan herbal, atau gondeurebap. Ssarigol (No. Telepon 033-562-4554) di tengah kota telah membuat masakan ini lebih lama daripada restoran lainnya yang ada di Korea.
  • Bus-bus ke arah Jeongseong-eup berangkat dari Terminal Bus Dongseoul, Seoul (durasi perjalanan: sekitar 3 jam). Yang lebih menawarkan pemandangan lebih indah, meski sedikit lebih jauh, adalah dengan menaiki A-Train khusus dari KORAIL, yang berangkat dari Stasiun Cheongnyangni pada 8.20 pagi dan tiba di Stasiun Auraji pada 12.30 siang. Kereta api ini kembali ke Seoul dengan jadwal pemberangkatan dari Stasiun Auraji pada 5.10 sore. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar empat jam, tapi kereta api justru lebih cocok dikendarai sambil melihat pemandangan alam liar yang ada di Gangwon-do. Kerena ini tidak beroperasi setiap hari, sehingga itu Anda harus memastikan laman resmi KORAIL (www.letskorail.com) sebelum Anda pergi.

 

Share This Article

Related Post

Taman Herbal Ilyeong

Children Grand Park

Masjid Pusat Seoul

Kebun Teh Seogwang

Ontrepieum